Pelayanan Dokumen Lingkungan Hidup dan Izin Lingkungan

Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang
Jl. Tapak Tugurejo Semarang Kode Pos 50151, Telp. 024-8664742, Fax. 024-8664743

bidang multisektor


Kategori , pada 23 Juni 2014
ditulis oleh Administrator


Bidang Multisektor

Bidang Multisektor berisi jenis kegiatan yang bersifat lintas sektor. Jenis kegiatan yang tercantum dalam bidang multisektor merupakan kewenangan Kementerian/Lembaga Pemerintah Nonkementerian terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan.

No

Jenis Kegiatan

Skala/Besaran

Alasan Ilmiah Khusus

1.

Reklamasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, dengan

a. Luas area reklamasi,

b. Volume material urug, atau

c. Panjang reklamasi




>
25 ha

>
500.000 m3


>
50 m (tegak lurus ke arah laut dari garis pantai)



Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

Berpotensi menimbulkan dampak terhadap, antara lain:

a. hidrooseanografi, meliputi pasang surut, arus, gelombang, dan sedimen dasar laut.

b. Hidrologi, meliputi curah hujan, air tanah, debit air sungai atau saluran, dan air limpasan.

c. Batimetri, meliputi kontur kedalaman dasar perairan.

d. Topografi, meliputi kontur permukaan daratan.

e. Geomorfologi, meliputi bentuk dan tipologi pantai.

f. Geoteknik, meliputi sifat-sifat fisis dan mekanis lapisan tanah.

g. dampak sosial.

2.

Pemotongan bukit dan pengurugan lahan dengan

Volume



>
500.000 m3

Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

a. Mengubah bentang alam

b. Longsor dan peningkatan run-off dan banjir

3.

Pengambilan air bersih dari danau, sungai, mata air, atau sumber air permukaan lainnya

- debit pengambilan





>
250 l/detik, ini setara dengan kebutuhan air bersih 250.000 orang


Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

a. Kalau berdasarkan kapasitas 250 l/detik, itu setara dengan (sambungan ke pelanggan) 250.000 orang dengan asumsi 1 lt/det/orang atau 86,41 lt/org/hari

b. dengan asumsi per SL untuk 6 orang, akan memenuhi kebutuhan 250.000 penduduk.

c. Potensi konflik penggunaan air dengan pengguna air lainnya

d. gangguan neraca air

4.

Pengambilan air bawah tanah (sumur tanah dangkal, sumur tanah dalam)

≥ 50 liter/detik (dari satu atau beberapa sumur pada kawasan < 10 ha)

Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

Potensi gangguan terhadap kondisi lingkungan, antara lain amblesan tanah (land subsidence), intrusi air laut/asin (salt water intrusion) dan kekeringan terhadap sumur bor dangkal/gali yang dipergunakan masyarakat sekitar.

5.

Pembangunan bangunan gedung

- Luas lahan, atau

- Bangunan



>
5 ha

>10.000 m2


Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

Besaran diperhitungkan berdasarkan:

a. Pembebasan lahan.

b. Daya dukung lahan.

c. Tingkat kebutuhan air sehari-hari.

d. Limbah yang dihasilkan.

e. Efek pembangunan terhadap lingkungan sekitar (getaran, kebisingan, polusi udara, dan lain-lain).

f. KDB (koefisien dasar bangunan) dan KLB. (koefisien luas bangunan)

g. Jumlah dan jenis pohon yang mungkin hilang.

h. Konflik sosial akibat pembebasan lahan (umumnya berlokasi dekat pusat kota yang memiliki kepadatan tinggi).

i. Struktur bangunan bertingkat tinggi dan basement menyebabkan masalah dewatering dan gangguan tiang-tiang pancang terhadap akuifer sumber air sekitar.

j. Bangkitan pergerakan (traffic) dan kebutuhan permukiman dari tenaga kerja yang besar.

k. Bangkitan pergerakan dan kebutuhan parkir pengunjung.

l. Produksi sampah, limbah domestik

m. Genangan/banjir lokal.