Pelayanan Dokumen Lingkungan Hidup dan Izin Lingkungan

Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang
Jl. Tapak Tugurejo Semarang Kode Pos 50151, Telp. 024-8664742, Fax. 024-8664743

bidang pekerjaan umum


Kategori , pada 29 Juni 2014
ditulis oleh Administrator

Bidang Pekerjaan Umum

Beberapa kegiatan pada bidang Pekerjaan Umum mempertimbangkan skala/besaran kawasan perkotaan (metropolitan, besar, sedang, kecil) yang menggunakan kriteria yang diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku yang mengatur tentang penyelenggaraan penataan ruang (Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang) atau penggantinya.

No

Jenis Kegiatan

Skala/Besaran

Alasan Ilmiah Khusus

1.

Pembangunan Bendungan/Waduk atau Jenis Tampungan Air lainnya

1) tinggi; atau





>
15 m



Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

a. termasuk dalam kategori “large dam” (bendungan besar)

b. Pada skala ini dibutuhkan spesifikasi khusus baik bagi material dan desain konstruksinya

c. pada skala ini diperlukan quarry/borrow area yang besar, sehingga berpotensi menimbulkan dampak

d. jika terjadi failure maka akan menimbulkan bencana banjir


2) daya tampung waduk, atau

≥ 500.000 m3

Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

kegagalan bendungan pada daya tampung ≥ 500.000 m3


3) luas genangan, atau

> 200 ha


Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

a. pengadaan tanah untuk tapak bendungan dan daerah genangan waduk memerlukan pembebasan kawasan yang relatif luas dan menyangkut keberlanjutan kehidupan penduduk dan ekosistem

b. akan mempengaruhi pola iklim mikro pada kawasan disekitarnya dan ekosistem pada daerah hulu dan hilir bendungan/waduk

2.

Daerah irigasi

a. pembangunan baru dengan luas



≥ 3.000 ha

Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

a. mengakibatkan perubahan pola iklim mikro dan ekosistem kawasan

b. selalu memerlukan bangunan utama (headworks) dan bangunan penunjang (oppurtenants structures) yang besar sehingga berpotensi untuk mengubah ekosistem yang ada

c. mengakibatkan mobilisasi tenaga kerja yang signifikan pada daerah sekitarnya, baik pada saat pelaksanaan maupun setelah pelaksanaan

d. membutuhan pembebasan lahan yang besar sehingga berpotensi menimbulkan dampak sosial

e. menyesuaikan dengan PP Nomor 20 Tahun 2006 tentang irigasi, terkait kewenangan dan tanggung jawab Pemerintah Pusat untuk pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi dengan luas ≥ 3.000 ha


b. Peningkatan dengan luas tambahan

> 1.000 ha


Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

a. Berpotensi menimbulkan dampak negatif akibat perubahan ekosistem pada kawasan tersebut.

b. Memerlukan bangunan tambahan yang berpotensi untuk mengubah ekosistem yang ada.

c. Mengakibatkan mobilisasi manusia yang dapat menimbulkan dampak sosial.

d. Perubahan neraca air


c. Pencetakan sawah, luas (perkelompok)

> 500 ha

Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

a. Memerlukan alat berat dalam jumlah yang cukup banyak.

b. Perubahan Tata Air.

3.

Pengembangan Rawa:

Reklamasi rawa untuk kepentingan irigasi

> 1.000 ha

Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

a. Berpotensi mengubah ekosistem dan iklim mikro pada kawasan tersebut dan berpengaruh pada kawasan di sekitarnya.

b. Berpotensi mengubah sistem tata air yang ada pada kawasan yang luas secara drastis.

4.

Pembangunan Pengaman Pantai dan perbaikan muara sungai:

- Jarak dihitung tegak lurus pantai





>
500 m


Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

a. Pembangunan pada rentang kawasan pantai selebar > 500 m berpotensi mengubah ekologi kawasan pantai dan muara sungai sehingga berdampak terhadap keseimbangan ekosistem yang ada.

b. Gelombang pasang laut (tsunami) di Indonesia berpotensi menjangkau kawasan sepanjang 500 m dari tepi pantai, sehingga diperlukan kajian khusus untuk pengembangan kawasan pantai yang mencakup rentang lebih dari 500 m dari garis pantai.

5.

Normalisasi Sungai (termasuk sodetan) dan Pembuatan Kanal Banjir

a. Kota besar/metropolitan

- Panjang, atau

- Volume pengerukan







>
5 km

> 500.000 m3

Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

a. Terjadi timbunan tanah galian di kanan kiri sungai yang menimbulkan dampak lingkungan, dampak sosial, dan gangguan.

b. Mobilisasi alat besar dapat menimbulkan gangguan dan dampak

c. Perubahan hidrologi dan pengaliran air hujan (run-off)


b. Kota sedang

- Panjang, atau

- Volume pengerukan


>
10 km

> 500.000 m3

Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

a. Terjadi timbunan tanah galian di kanan kiri sungai yang menimbulkan dampak lingkungan, dampak sosial, dan gangguan.

b. Mobilisasi alat besar dapat menimbulkan gangguan dan dampak

c. Perubahan hidrologi dan pengaliran air hujan (run – off)


c. Pedesaan

- Panjang, atau

- Volume pengerukan



>
15 km

> 500.000 m3

Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

a. Terjadi timbunan tanah galian di kanan kiri sungai yang menimbulkan dampak lingkungan, dampak sosial, dan gangguan.

b. Mobilisasi alat besar dapat menimbulkan gangguan dan dampak

c. Perubahan hidrologi dan pengaliran air hujan (run – off)

6.

Pembangunan dan/atau peningkatan jalan tol yang membutuhkan pengadaan lahan diluar rumija (ruang milik jalan) dengan skala/besaran panjang (km) dan skala/besaran luas pengadaan lahan (ha):

a. di kota metropolitan/besar

- panjang jalan dengan luas lahan pengadaan lahan; atau

- Luas pengadaan lahan













≥ 5 km dengan pengadaan lahan >10
ha


≥ 30 ha



Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

a. Luas wilayah kegiatan operasi produksi berkorelasi dengan luas penyebaran dampak

b. Memicu alih fungsi lahan beririgrasi teknis menjadi lahan permukiman dan industri

c. Bangkitan lalu lintas, dampak kebisingan getaran, emisi yang tinggi, gangguan visual dan dampak sosial


b. di kota sedang

- panjang jalan dengan luas pengadaan lahan; atau

- Luas pengadaan lahan



≥ 5 km dengan pengadaan lahan > 20
ha