Pelayanan Dokumen Lingkungan Hidup dan Izin Lingkungan

Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang
Jl. Tapak Tugurejo Semarang Kode Pos 50151, Telp. 024-8664742, Fax. 024-8664743

bidang pengelolaan lb3


Kategori , pada 29 Juni 2014
ditulis oleh Administrator

Bidang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3)

Kegiatan yang menghasilkan limbah B3 berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, terutama kegiatan yang dipastikan akan mengkonsentrasikan limbah B3 dalam jumlah besar sebagaimana tercantum dalam tabel. Kegiatan-kegiatan ini juga secara ketat diikat dengan perjanjian internasional (konvensi basel) yang mengharuskan pengendalian dan penanganan yang sangat seksama dan terkontrol.

No.

Jenis Kegiatan

Skala/besaran

Alasan ilmiah khusus

1.

Industri jasa pengelolaan limbah B3 yang melakukan kombinasi 2 (dua) atau lebih kegiatan meliputi: pemanfaatan, pengolahan, dan/atau penimbunan limbah B3

Semua besaran

a. Berpotensi menimbulkan pencemar di udara berupa dioksin dan furans

b. Berpotensi menimbulkan penurunan kualitas udara ambient (debu, SOx, NOx, HF, HCl, As, Cd, Cr, Pb, Hg, dan Tl)

c. Berisiko terjadinya lindi dari produk yang dihasilkan dan/atau landfill yang menyebabkan terlepasnya unsur dan/atau senyawa berbahaya dan beracun ke lingkungan

2.

Pemanfaatan limbah B3




a. Pemanfaatan limbah B3 sebagai bahan bakar sintetis pada kiln di industri semen, kecuali pemanfaatan limbah B3 yang dihasilkan sendiri dan berasal dari 1 (satu) lokasi kegiatan

Semua besaran

a. Berpotensi menimbulkan pencemar di udara berupa dioksin dan furans.

b. Berpotensi menimbulkan penurunan kualitas udara ambien (debu, SOX, NOX, HF, HCl, As, Cd, Cr, Pb, Hg, dan Tl).


b. Pemanfaatan limbah B3 dalam bentuk pembuatan bahan bakar sintetis (fuel blending) dari limbah B3

Semua besaran

Berpotensi menimbulkan pencemar di udara berupa dioksin dan furans, dan/atau gas-gas (fugitive emissions) berbahaya lainnya


c. Pemanfaatan limbah B3 sebagai material alternatif pada industri semen, kecuali pemanfaatan yang hanya menggunakan fly ash

Semua besaran

a. Berpotensi menimbulkan persebaran limbah B3 seperti limbah B3 yang memiliki radioaktivitas.

b. Berisiko terjadinya lindi dari produk yang dihasilkan yang menyebabkan terlepasnya unsur dan/atau senyawa berbahaya dan beracun ke lingkungan.


d. Pemanfaatan limbah B3 oli bekas sebagai bahan baku industri daur ulang pelumas (lubricant), termasuk sebagai bahan baku pembuatan base oil

Semua besaran

Berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan berupa terlepasnya senyawa organik dan/atau anorganik beracun ke udara ambien dan/atau pencemaran lingkungan.


e. Pemanfaatan limbah B3 pelarut bekas (used solvents) untuk industri daur ulang pelarut (solvents)

Semua besaran

Berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan berupa terlepasnya senyawa organik dan/atau anorganik beracun ke udara ambien dan/atau pencemaran lingkungan.


f. Pemanfaatan limbah B3 aki bekas melalui proses peleburan timbal (Pb)

Semua besaran

Berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan berupa terlepasnya senyawa organik dan/atau anorganik beracun ke udara ambien dan/atau pencemaran lingkungan.


g. Pemanfaatan limbah B3 batere dan/atau aki kering bekas dengan pembentukan ingot

Semua besaran

Berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan berupa terlepasnya senyawa organik dan/atau anorganik beracun ke udara ambien dan/atau pencemaran lingkungan.


h. Pemanfaatan limbah B3 katalis bekas dalam bentuk daur ulang (recycle) dan/atau perolehan kembali (recovery)

Semua besaran

a. Berpotensi menimbulkan pencemar di udara berupa dioksin dan furans

b. Berpotensi menimbulkan penurunan kualitas udara ambien (debu, SOX, NOX, HF, HCl, As, Cd, Cr, Pb, Hg, dan Tl).

3

Pengolahan limbah B3




a. Pengolahan limbah B3 secara termal menggunakan insinerator, kecuali mengolah limbah B3 yang dihasilkan sendiri dan berasal dari 1 (satu) lokasi kegiatan

Semua besaran

a. Berpotensi menimbulkan pencemar di udara berupa dioxin dan furans.

b. Berpotensi menimbulkan penurunan kualitas udara ambien (debu, SOX, NOX, HF, HCl, As, Cd, Cr, Pb, Hg, dan Tl)


b. Pengolahan limbah B3 secara biologis (composting, biopile, landfarming, bioventing, biosparging, bioslurping, alternate electron acceptors, dan/atau fitoremediasi), sebagai kegiatan utama (jasa pengolahan limbah B3)

Semua besaran

Pengolahan secara biologis berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, terlepasnya senyawa organik dan/atau anorganik beracun ke udara ambien, pencemaran tanah dan air.


c. Injeksi dan/atau Reinjeksi limbah B3 ke dalam formasi

Semua besaran

a. Berpotensi terjadinya kegagalan reinjeksi yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan

b. Berpotensi menyebabkan gangguan terhadap pola geohidrologi

4

Penimbunan limbah B3 dengan landfill kelas 1, kelas 2, dan/atau kelas 3

Semua besaran

a. Keterbatasan pemanfaatan ruang yang telah ditetapkan sebagai area landfill.

b. Pengelolaan dan pemantauan yang wajib dilakukan dalam jangka panjang (minimal 30 tahun).

c. Berisiko terjadinya pelindian dari landfill yang mencemari lingkungan.