Pelayanan Dokumen Lingkungan Hidup dan Izin Lingkungan

Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang
Jl. Tapak Tugurejo Semarang Kode Pos 50151, Telp. 024-8664742, Fax. 024-8664743

bidang perindustrian


Kategori , pada 29 Juni 2014
ditulis oleh Administrator

Bidang Perindustrian

No

Jenis Kegiatan

Skala/Besaran

Alasan Ilmiah Khusus

1.

Industri semen (yang dibuat melalui produksi klinker) 

Semua besaran

Industri semen dengan Proses Klinker adalah industri semen yang kegiatannya bersatu dengan kegiatan penambangan, dimana terdapat proses penyiapan bahan

baku, penggilingan bahan baku (raw mill process), penggilingan batubara (coal mill) serta proses pembakaran dan pendinginan klinker (rotary kiln and clinker cooler).

Umumnya dampak yang ditimbulkan disebabkan oleh:




a. Debu yang keluar dari cerobong.

b. Penggunaan lahan yang luas.

c. Kebutuhan air cukup besar (3,5 ton semen membutuhkan 1 ton air).

d. Kebutuhan energi cukup besar baik tenaga listrik (110 – 140 kWh/ton) dan tenaga panas (800 – 900 Kcal/ton).

e. Tenaga kerja besar (+ 1-2 TK/3000 ton produk).

f. Potensi berbagai jenis limbah: padat (tailing), debu (CaO, SiO2, Al2O3, FeO2) dengan radius 2-3 km, limbah cair (sisa cooling mengandung minyak lubrikasi/pelumas), limbah gas (CO2, SOx, NOx) dari pembakaran energi batubara, minyak dan gas.

2.

Industri pulp atau industri pulp dan kertas yang terintegrasi dengan Hutan Tanaman Industri,

Kapasitas

> 300.000 ton pulp per tahun


Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

1. Industri pulp atau industri pulp dan kertas yang terintegrasi dengan HTI menggunakan bahan baku kayu yang berasal dari HTI dengan areal yang luas serta banyak menyerap tenaga kerja.

2. Proses pembuatan pulp meliputi kegiatan penyiapan bahan baku, pemasakan serpihan kayu, pencucian pulp, pemutihan pulp (bleacing) dan pembentukan lembaran pulp yang dalam prosesnya banyak menggunakan bahan-bahan kimia, sehingga berpotensi menghasilkan limbah cair (BOD, COD, TSS), limbah gas (H2S, SO2, NOX, Cl2) dan limbah padat (ampas kayu, serat pulp, lumpur kering).

3.

Industri petrokimia hulu


Semua besaran

Industri petrokimia hulu adalah industri yang mengolah hasil tambang mineral (kondensat) terdiri dari Pusat Olefin yang menghasilkan Benzena, Propilena dan Butadiena serta Pusat Aromatik yang menghasilkan Benzena, Toluena, Xylena, dan

Etil Benzena.

Umumnya dampak yang ditimbulkan disebabkan oleh:

a. Kebutuhan lahan yang luas.

b. Kebutuhan air cukup besar (untuk pendingin 1 l/dt/1000 ton produk).

c. Tenaga kerja besar.

d. Kebutuhan energi relatif besar (6-7 kW/ton produk) disamping bersumber dari listrik juga energi gas.

e. Potensi berbagai limbah: gas (SO2 dan NOx), debu (SiO2), limbah cair (TSS, BOD, COD, NH4Cl) dan limbah sisa katalis bekas yang bersifat B3.

Pengolahan batuan fosfat untuk produksi asam fosfat berpotensi menghasilkan limbah yang mengandung unsur radioaktif alam (TENORM), sehingga kajian dampak dan pengelolaan dampak dalam Amdal untuk kegiatan ini harus memberi perhatian khusus pada konsentrasi aktivitas deret U atau Th > 1 bq/g

4.

Kawasan Industri (termasuk komplek industri yang terintegrasi)


Semua besaran


Kawasan industri (industrial estate) merupakan lokasi yang dipersiapkan untuk berbagai jenis industri manufaktur yang masih prediktif, sehingga dalam pengembangannya diperkirakan akan menimbulkan berbagai dampak penting antara lain disebabkan:

a. Kegiatan grading (pembentukan muka tanah) dan run off (air larian).

b. Pengadaan dan pengoperasian alat-alat berat.

c. Mobilisasi tenaga kerja (90 – 110 TK/ha).

d. Kebutuhan pemukiman dan fasilitas sosial.

e. Kebutuhan air bersih dengan tingkat kebutuhan rata-rata 0,55 – 0,75 l/dt/ha.

f. Kebutuhan energi listrik cukup besar baik dalam kaitan dengan jenis pembangkit ataupun trace jaringan (0,1 MW/ha).

g. Potensi berbagai jenis limbah dan cemaran yang masih prediktif terutama dalam hal cara pengelolaannya.

h. Bangkitan lalu lintas.

5.

Industri galangan kapal dengan sistem graving dock

≥ 50.000 DWT


Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

Sistem graving dock adalah galangan kapal yang dilengkapi dengan kolam perbaikan dengan ukuran panjang 150 m, lebar 30 m, dan kedalaman 10 m dengan sistem sirkulasi.

Pembuatan kolam graving ini dilakukan dengan mengeruk laut yang dikhawatirkan akan menyebabkan longsoran ataupun abrasi pantai.

Perbaikan kapal berpotensi menghasilkan limbah cair (air ballast, pengecatan lambung kapal dan bahan kimia B3) maupun limbah gas dan debu

dari kegiatan sand blasting dan pengecatan.

Berpotensi menghasilkan limbah debu atau cairan yang mengandung TENORM dari kegiatan sandblasting menggunakan slag mineral, khususnya garnet dan tin slag, sehingga kajian dampak dan pengelolaan dampak dalam Amdal untuk kegiatan ini harus memberi perhatian khusus pada konsentrasi aktivitas deret U atau Th > 1 Bq/g

6.

Industri propelan, amunisi dan bahan peledak

Semua besaran

Industri amunisi dan bahan peledak merupakan industri yang dalam proses produksinya menggunakan bahan-bahan kimia yang bersifat B3, disamping kegiatannya membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi.

7.

Industri peleburan timah hitam

Semua besaran

Berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan manusia

8.

Kegiatan industri yang tidak termasuk angka 1 sampai dengan angka 7 yang menggunakan areal:

a. Urban:

- Metropolitan, luas

- Kota besar, luas

- Kota sedang, luas

- Kota kecil, luas

b. Rural/pedesaan, luas







>
5 ha

> 10 ha

> 15 ha

> 20 ha


> 30 ha

Jika semua usaha dan/atau kegiatannya di bawah skala/besaran lakukan langkah pedoman penapisan

Besaran untuk masing-masing tipologi kota diperhitungkan berdasarkan:

a. Tingkat pembebasan lahan.

b. Daya dukung lahan; seperti daya dukung tanah, kapasitas resapan air tanah, tingkat kepadatan bangunan per hektar, dan lain-lain.

Umumnya dampak yang ditimbulkan berupa:

a. Bangkitan lalu lintas.

b. Konflik sosial.

c. Penurunan kualitas lingkungan.